Keutamaan Hari Jum’at

Jumat adalah hari keenam dalam satu pekan. Kata Jumat diambil dari Bahasa Arab, Jumu’ah  (الجمعة)yang berarti beramai-ramai, diambil dari tata cara ibadah kaum Muslim yang dilakukan pada hari ini. Jumu’ah memiliki akar sama dengan Jama’ yang berarti banyak dan juga Jima’ yang artinya bergabung. (Wikipedia)

Nama-nama hari dalam bahasa Indonesia diadopsi nama-nama bilangan dari bahasa Arab:

  1. Wahid (وَاحِدٌ) – Ahad/Minggu
  2. Itsnain (اثْنَانِيْ) – Senin)
  3. Tsalasah (ثَلَاثَةُ) – Selasa
  4. Ar’ba’ah (أَرْبَعَةُ) – Rabu
  5. Khomsah (خَمْسَةُ) – Kamis
  6. Jumu’ah ( الجمعة) – Jumat
  7. Sab’ah (سَبْعَةُ) – Sabtu

Khusus hari keenam, tidak mengambil dari nama Sittah (سِتَّةُ ) atau Enam. Ini karena hari keenam dalam Islam memiliki keutamaan, salah satunya di hari keenam ini umat Islam melaksanakan shalat Jumat, sebuah shalat yang berbeda dengan shalat-shalat lainnya.

Shalat jumat harus dilaksanakan waktu dzhuhur, secara bersama-sama (berjamaah), terdiri dari dua rakaat, dan diawali dengan khotbah Jumat.

Keutamaan Hari Jumat

Rasulullah Saw menegaskan, “Sebaik-baik hari yang pada hari itu matahari terbit adalah Hari Jumat” (HR Muslim). Berikut ini keutamaan hari Jumat berdasarkan hadits Nabi Muhammad Saw.

1. Hari Raya Umat Islam

Abu Hurairah meriwayatkan, Rasulullah bersabda: “Allah telah memalingkan orang-orang sebelum kita untuk menjadikan hari Jumat sebagai hari raya mereka, oleh karena itu hari raya orang Yahudi adalah hari Sabtu, dan hari raya orang Nasrani adalah hari Ahad, kemudian Allah memberikan bimbingan kepada kita untuk menjadikan hari Jumat sebagai hari raya, sehingga Allah menjadikan hari raya secara berurutan, yaitu hari Jumat, Sabtu, dan Ahad. Dan di hari kiamat mereka pun akan mengikuti kita seperti urutan tersebut, walaupun di dunia kita adalah penghuni yang terakhir, namun di hari kiamat nanti kita adalah urutan terdepan yang akan diputuskan perkaranya sebelum seluruh makhluk.” [HR. Muslim]

  1. Hari Nabi Adam a.s. Diciptakan dan Terjadinya Kiamat

    عَنْ اَبِيْ هُرَيْرَةَ اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ,, خَيْرُ يَوْمٍ طَلَعَتْ فِيْهِ الشَّمْسُ يَوْمُ اْلجُمْعَةِ, فِيْهِ خُلِقَ آدَمُ عَلَيْهِ السَّلَامُ, وَفِيْهِ أُدْخِلَ اْلَجنَّةَ, وَفِيْهِ أُخْرِجَ مِنْهَا وَلَا تَقُوْمَ السَّاعَةُ إِلَّا فِي يَوْمِ اْلجُمْعَةِ

    “Dari Abu Hurairah, sesungguhnya Rasulullah saw. Bersabda : “Sebaik-baik hari yang pada hari itu matahari terbit adalah hari jumat, pada hari itu Adam diciptakan, pada hari itu ia dimasukkan ke jannah(surga) dan pada hari itu ia dikeluarkan dari jannah dan tidak akan terjadi hari kiamat kecuali pada hari jumat.” (HR. Muslim dan Tirmidzi).

    3. Hari Waktu Khusus Doa Dikabulkan

    وَعَنْ اَبِيْ مُوْسَى اَنَّهُ سَمِعَ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ فِيْ سَاعَةِ الْجُمْعَةِ,, هِيَ مَابَيْنَ اَنْ يَجْلِسَ اْلإِمَامُ-يَعْنِيْ عَلَى الْمِنْبَرِ-اِلٰى اَنْ تُقْضَى الصَّلاَةُ,,

    Dan dari Abu Musa, sesungguhnya ia pernah mendengar Nabi saw. Bersabda tentang waktu (mustajab di) hari jumat yang dimaksud : yaitu antara Imam duduk—di atas mimbar sampai selesai salat. (HR. Muslim dan Abu Dawud)

    “Sesungguhnya pada hari jumat itu ada satu saat, yang tidak ada seseorang yang memohon sesuatu kepada Allah pada saat itu melainkan Allah pasti akan memberi kepadanya.” (HR. Ibnu Majah dan At-Tirmidzi) .

    “Sesungguhnya pada hari jumat itu ada satu saat yang tidak bertepatan seorang muslim yang sedang memohon kebaikan kepada Allah azza wa jalla melainkan pada saat itu Allah pasti akan memberinya. Saat itu sesudah ashar.” (HR. Ahmad)

    4. Hari Penghapusan Dosa

    Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah Saw bersabda:

    مَنْ تَوَضَّأَ فَأَحْسَنَ الْوُضُوءَ ثُمَّ أَتَى الْجُمُعَةَ فَاسْتَمَعَ وَأَنْصَتَ غُفِرَ لَهُ مَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْجُمُعَةِ وَزِيَادَةُ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ وَمَنْ مَسَّ الْحَصَى فَقَدْ لَغَا

    “Barangsiapa berwudlu’, lalu memperbagus (menyempurnakan) wudlunya, kemudian mendatangi shalat Jum’at dan dilanjutkan mendengarkan dan memperhatikan khutbah, maka dia akan diberikan ampunan atas dosa-dosa yang dilakukan pada hari itu sampai dengan hari Jum’at berikutnya dan ditambah tiga hari sesudahnya. Barangsiapa bermain-main krikil, maka sia-sialah Jum’atnya.” (HR. Muslim)

    5. Pahala Sedekah Dilipatgandakan

    الصَّدَقَةُ تُضَاعَفُ يَوْمَ الْجُمْعَةِ

    “Sedekah itu dilipat gandakan pahalanya pada hari jumat (yakni bila sedekah itu pada hari jumat maka pahala berlipat ganda dari lain-lain hari.” (HR. Abi Syaibah).
    Salah satu amalan sunah hari Jumat adalah memperbanyak sholawat.

    “Sesungguhnya hari yang paling utama bagi kalian adalah hari Jumat, maka perbanyaklah sholawat kepadaku di dalamnya, karena sholawat kalian akan ditunjukkan kepadaku, para sahabat berkata: ‘Bagaimana ditunjukkan kepadamu sedangkan engkau telah menjadi tanah?’ Nabi bersabda: ‘Sesungguhnya Allah mengharamkan bumi untuk memakan jasad para Nabi.” (Shohih. HR. Abu Dawud, Ibnu Majah, An-Nasa’i).

    Demikian keutamaan hari Jumat yang penuh berkah (Jumat Mubarok). Wallahu a’lam bish-shawabi. (www.risalahislam.com).*

    Sumber: Shahihain, Na’lul Authar, Riyadus Shalihin

Facebook Comments