Mendikbud Luncurkan Mobil Formula Hybrid Karya Siswa SMK

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy meluncurkan ‎mobil formula hybrid karya siswa SMK Muhammadiyah 1 Imogiri, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Mobil hybrid itu merupakan karya siswa jurusan Teknik Kendaraan Ringan (TKR) SMK Muhammadiyah 1 Imogiri.

“Ini salah satu produk SMK yang membanggakan,” ujar Mendikbud saat meluncurkan mobil hybrid karya anak bangsa tersebut di Bantul, Yogyakarta, (10/8/2016).

Mobil buatan siswa SMK Muhammadiyah 1 Imogiri itu memiliki dua sumber tenaga penggerak hybrid yang berasal dari motor listrik yang disuplai dari tenaga surya gabungan dengan mesin bensin. Tenaga penggerak motor listrik dihasilkan dari panel sel surya di bagian atas mobil.

‎Dalam peluncuran tersebut, Mendikbud mencoba duduk di ruang kemudi dan menyalakan mesin berkapasitas 1.500 cc itu. Untuk dapat duduk di belakang kemudi, pengemudi harus melepaskan komponen setir dan memasangnya lagi setelah duduk.

Ia mengatakan, pembuatan mobil hybrid itu tidak untuk diproduksi massal, melainkan sebagai bagian dari praktik ‎‎siswa SMK agar lebih terampil.  “Saya khusus berkunjung ke SMK atas pesan presiden supaya meningkatkan kualitas dan kemampuan pendidikan vokasional di Indonesia,” katanya.‎

Mendikbud menuturkan, sejak ‎tahun lalu telah masuk Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), sehingga tenaga kerja asing dari negara-negara anggota ASEAN bisa masuk ke Indonesia dan bekerja di Indonesia. Sebaliknya, tenaga kerja dari Indonesia juga bisa bekerja di negara-negara ASEAN. “Negara yang dapat memproduksi tenaga unggul dan mampu bersaing yang akan menguasai pasar ASEAN,” tuturnya.

Ia juga mendorong agar SMK-SMK dapat menjalin hubungan yang erat dengan dunia industri yang berhubungan langsung dengan jurusan yang ada di sekolah. “Praktik siswa itu sudah separuh dari kerja,” katanya.

Mendikbud juga menekankan pentingnya membangun mental peserta didik agar memiliki mental yang baik dan mampu bertahan. “Selain skill, mentalitas anak dan kepribadiannya juga harus dibentuk sebagai calon pekerja,” tegasnya.

Usai berkunjung ke SMK Muhammadiyah 1 Imogiri, Mendikbud melanjutkan kunjungannya ke beberapa SMK di wilayah Yogyakarta dan Klaten,‎ Jawa Tengah, di antaranya ke SMK Ma’arif 1 Yogyakarta, SMK Leonardo Pangudiluhur, Klaten, Jawa Tengah, dan SMK Muhammadiyah 1 Klaten Utara, Jawa Tengah. Merujuk pada Nawacita Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, pendidikan vokasi harus bisa menjadi andalan dalam meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional.

Sumber : http://www.kemdikbud.go.id

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *