Menempa Minat Seni Siswa SMK

IMG_5655Tempalah besi selagi panas. Petuah itu agaknya belum usang. Sebuah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di bilangan Cakung Jakarta Timur menerjemahkan petuah ‘sakti’ itu dengan menggelar ajang kreasi seni para siswanya berupa pameran lukisan. Memang bukan karya komersial karena yang dipajang adalah hasil karya siswa dari tugas ujian praktik seni budaya. Namun demikian, kata Kepala SMK Dinamika Pembangunan 1 Mulyana hasil karya para siswa itu dapat dikembangkan menjadi karya seni yang cukup potensial. Ada dua pesan yang ingin diraih dari ajang gelar seni tersebut. Pertama sebagai ekspresi mengembangkan kemampuan siswa didik terhadap mata pelajaran seni budaya dan kedua membuka mata para siswa bahwa ekspresi seni mereka mengandung nilai ekonomi atau bisnis. Sebab, di antara karya mereka memang laku terjual. Hasil komersial itu sekaligus memotivasi siswa untuk terus mengembangkan kreativitasnya. Namun demikian, kata Bob Sutopo, penggagas pameran yang juga guru seni budaya SMK tersebut, bukan soal dihargai berapa tetapi apresiasi dari pihak lain sangat memotivasi para siswa, terutama yang karya seninya diminati kolektor.

Komentar senada disampaikan KH.A. Shodari, HM. yang bangga dengan prestasi para siswanya. Inovasi para siswa membuat nilai tambah bagi perguruan di bawah yayasan yang dipimpinnya. Hal ini bisa jadi percontohan sekolah lain, yang sejatinya kegiatan normatif dari salah satu jenis bidang ilmu yang diujikan secara praktik tetapi dikemas dalam pameran yang begitu menarik. Karya kreatif dan inovatif itu, memang sangat dibutuhkan lembaganya agar membawa nilai tambah bagi semua, baik sekolah, lingkungan maupun anak didik itu sendiri.

“Kami mengapresiasi kegiatan-kegiatan seperti ini, dan teruslah melahirkan ide-ide kreatif dan inovatif demi mencapai prestasi gemilang buat kita,”

ujarnya. Pameran lukisan dengan tema Garis Kejujuran tersebut menampilkan sedikitnya 100 karya seni, diikuti seluruh siswa kelas akhir sebanyak 1,099 siswa yang berasal dari SMK Dinamika Pembanguanan I dan Dinamika Pembangunan 2 Jakarta . Mereka terdiri dari kelompok seni rupa 748 siswa, seni musik 385 siswa dan teater 81 siswa. Lembaga pendidikan di bawah naungan Yayasan Al Wathoniyah Assodhriyah 9 ini melangsungkan kegiatan pendidikan dan menampung sekitar 5.000 pelajar.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *