Pesan Terakhir Anies Baswedan sebagai Mendikbud

Media ramai meliput pengumuman Presiden Jokowi perihal susunan kabinet baru hasil reshuffle Kabinet Kerja jilid II. Ada sembilan nama baru, dan empat menteri lainnya bergeser posisi. Anies Baswedan, menjadi salah satu nama yang ‘dipindahkan’ dalam daftar tersebut. Beliau selaku Mendikbud akan digantikan oleh Prof Muhajir Effendy, mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang.
Mengakhiri masa jabatannya, pria kelahiran Kuningan 47 tahun silam ini memberikan pesan terakhirnya sebagai Mendikbud. Apa saja?

Hampir dua tahun lamanya beliau mendapat kehormatan untuk menjalankan amanah besar, yakni mencerdaskan kehidupan bangsa. Serangkaian program rancangan beliau telah dijalankan untuk memajukan bidang pendidikan. Beberapa diantaranya, Kurikulum 2013, Ujian Nasional bukan penentu kelulusan, Masa Orientasi Siswa yang berbau dihapuskan, dan banyak lagi. Kamu turut merasakan perubahannya, kan? Tugas mulia ini beliau lakukan karena pendidikan dan kebudayaan menyangkut masa depan bangsa. Hari ini, 27 Juli 2016, beliau harus mengakhiri masa tugasnya di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Selama bertugas di Kemendikbud, beliau meneruskan kebiasaan berkeliling penjuru Indonesia, hingga setiap sudutnya. Penggagas Indonesia Mengajar ini bertatap muka dan berbincang langsung dengan ribuan guru dan tenaga kependidikan. “Saya menemukan mutiara-mutiara berkilauan di sudut-sudut tersulit Republik ini. Dinding kelas bisa reyot dan rapuh, tapi semangat guru, siswa, dan orangtua tegak kokoh. Dalam berbagai kesederhanaan fasiltas, sbeuah PR besar Pemerintah, saya melihat gelora keceriaan belajar yang luar biasa.”.

antar-dengan-bangga-lepas-dengan-doa-3-632x316Inisiator Kelas Inspirasi ini juga menitipkan persiapan masa depan Indonesia. Di sekolah tampak hadir bukan saja wajah anak-anak, tapi juga wajah masa depan Indonesia.

Besar harapan Ayah dari empat anak ini dalam perubahan pendidikan menuju ke arah yang lebih baik. Hal ini dilakukan dengan meneguhkan komitmen untuk menjadikan sekolah sebagai taman penuh tantangan dan menyenangkan bagi semua warga sekolah. Selain itu, juga menjadi tempat tumbuh dan berkembang sesuai kodrat, serta memenuhi potensi unik masing-masing anak. Dimulai dari #HariPertamaSekolah, diharapkan orangtua  bisa mempercayakan anaknya berada di sekolah. Begitu juga dengan anak, bisa nyaman dan menjadikan sekolah sebagai rumah kedua

Mari kita jadikan sekolah sebagai sumur amal yang darinya akan mengalir pahala tanpa henti bagi Ibu dan Bapak semua. Ibu dan Bapak, teruslah bergandengan erat dengan orangtua, bersama-sama menuntun anak-anak meraih masa depanya, menjawab tantang jamannya, melampaui cita-citanya.”. Tak lupa beliau menitipkan berbagai perubahan yang telah dimulai bersama para Bapak/Ibu Guru. Dalam bentuk peraturan baru yang mendorong ekosistem sekolah menyenangkan dan bebas kekerasan, maupuun pembiasaan dan praktik baik di sekolah.

 

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *