Sejarah

Sejarah Yayasan Al Wathoniyah Asshodriyah 9 Jakarta


 

Yayasan Al Wathoniyah Asshodriyah 9 adalah sebuah lembaga Pendidikan Formal dan Non Formal, yang didirikan oleh Drs. KH. A. Shodri HM pada tanggal, 1 Januari 1970 di atas sebidang tanah wakaf seluas 500 m2 yang diuraikan dalam girik nomor C.682 Persil 43 terletak di Kp. Pedaengan Kel. Penggilingan Kec. Cakung Jakarta Timur.

Semula nama Yayasan ini adalah : Yayasan Pendidikan Al Wathoniyah 9, dengan   Akte Nomor 15 Tanggal, 7 Agustus 1982. Notaris Ny. S. Kamariah Suparwo, S.H

Perubahan nama “Yayasan Pendidikan Al Wathoniyah 9” dilakukan pada tanggal, 02 September 2003 dengan nama “Yayasan Al Wathoniyah Asshodriyah 9 “beralamat di Jalan Raya Penggilingan No. 99 Kecamatan Cakung, Kota Administrasi Jakarta Timur dengan cabang-cabang dan perwakilan-perwakilan di tempat lain yang ditetapkan oleh Pengurus Yayasan. Dengan Notaris Zainal Almanar, S.H.

Dan diantara cabang yang sudah ada sampai saat ini adalah :

  • Asshodriyah Islamic School di Jatibening Bekasi.
  • Pondok Pesantren Tahfizh Al Qur’an di Tapos Bogor Jawa Barat

Yayasan ini berazaskan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945.

Maksud dan tujuan Yayasan Al Wathoniyah Asshodriyah 9 : Dengan berlandaskan cita-cita luhur untuk turut mengabdi tanpa pamrih dan secara nirlaba bagi pengembangan dan pembangunan di bidang Pendidikan formal dan non formal, serta sosial kemanusiaan.

Kegiatan Usaha Yayasan Al Wathoniyah Asshodriyah 9 menjalankan sebagai berikut :

  1. Menyelenggarakan Pendidkan umum dan Agama dalam arti seluas-luasnya, mulai dari tingat rendah sampai Perguruan Tinggi
  2. Mendirikan dan Menyelenggarakan Pusat Pendidikan keterampilan dan Kejuruan.
  3. Menyelenggarakan Bimbingan Ibadah Haji dan Umroh
  4. Menyelenggarakan Pondok Pesantren dan Madrasah.
  5. Menyelenggarakan kegiatan dalam pengembangan potensi pemuda dan masyarakat.
  6. Memajukan kehidupan beragama melalui kegiatan-kegiatan keagamaan.
  7. Menyelenggarakan kegiatan pelayanan dalam bidang kesehatan dan mendirikan poliklinik dan rumah sakit.
  8. Menyelenggarakan kegiatan-kegiatan sosial seperti : Mendirikan panti asuhan, menyantuni fakir miskindan kaum tidak mampu, Menyantuni anak Yatim, memberikan beasiswa dan lain-lain.
  9. Menyelenggarakan dan menyediakan tenaga konsultan dibidang sosial, kesehatan dan pendidikan.Menjalankan usaha-usaha ekonomi dan usaha lainnya guna pembiayaan yayasan dalam batas-batas yang diperbolehkan oleh undang-undang dan peraturan yang berlaku.

 

Facebook Comments