Seminar Parenting SD AL WATHONIYAH 9 “Mendidik dengan Cinta”

SD AL WATHONIYAH 9 telah menyelenggarakan Seminar Parenting pada hari Sabtu, 26 Agustus 2017 bertempat di aula gd. C Lt. 4. Adapun pesertanya adalah seluruh wali murid dari siswa-siswi SD AL WATHONIYAH 9, Seminar ini mengusung tema “Mendidik dengan Cinta”. Rangkaian kegiatan yang di awali dengan pembacaan ayat suci Al Quran oleh Jayanti Mandasari, sambutan dari pihak Yayasan yang di wakili oleh H. Parman Herianto, S.Pd, M.M. dan di lanjutkan dengan sambutan kepala SD AL Wathoniyah 9 Bapak Muhammad Akhsan, S.Ag.

Acara seminar parenting semakin bertambah ceria ketika para siswa-siswi kelas 5 dan kelas 6 menyanyikan lagu Mars SD Al Wathoniyah 9, semakin terenyuh ketika membawakan lagu “Bunda”, tidak sampai di situ Alisha siswi kelas 5A berpidato dengan Bahasa Inggris, dan siswa-siswi kelas 1 menampilkan hafalan hadits-hadits dan surat-surat pendek.

Tujuan dari seminar ini adalah mewujudkan keharmonisan dalam pola didik sekolah dan pola didik di rumah, sehingga terbentuk sekolah yang berkarakter dan kelurga yang sakinah, mawadah dan warohmah serta terbentuk komunikasi yang baik antara pihak sekolah dan orangtua dalam mensikapi perkembangan anak dan pola belajarnya. Dalam seminar ini, pembicara pada awalnya memaparkan tentang sistematika pembentukan karakter individu yang meliputi :

  1. Modal Dasar : Fitrah Individual
  2. Proses Pembentukan Dasar-Dasar Kepribadian
  3. Proses Pembentukan Kepribadian
  4. Proses Pengukuhan Kepribadian
  5. Sosok Individu Berkarakter

Fitrah manusia yang dilahirkan dalam keadaaan suci, menjadikan seorang anak belum berkarakter. Oleh karena itu terbentuknya karakter seseorang dimulai dari dalam rahim. Dimana selanjutnya emosi dan nutrisi yang dikonsumsi sang ibu. Jadi dalam hal ini antara sang ayah dan ibu telah mempengaruhi karakter anaknya. Sejalan pertumbuhan dan perkembangan anak, maka secara tidak langsung akan berinteraksi dengan bersosialisasi dengan lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat. Oleh karena itu, pola tingkah lakunya sangat dipengaruhi visualnya, yaitu apa yang dilihatnya. Misalnya, jika orang tuanya menyuruh anaknya belajar, maka seharusnya orangtua juga belajar. Misalnya dengan membaca buku ataupun majalah. Memang tidak dapat dipungkiri, kehidupan di sekolah dan di rumah saling mempengaruhi satu sama lain. Keduanya tidak dapat dipisahkan, harus seimbang dan bersinergi. Ketika sekolah memiliki progam sholat Dhuha, maka ketika di rumah waktu libur, maka orang tua wajib mengingatkan. Hal seperti inilah yang bisa dinamakan Kesinergian antara di sekolah dan di rumah. Alhamdulillah, antusias peserta begitu tinggi. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya pertanyaan dan antusias dari para peserta. Semoga seminar ini membawa manfaat bagi guru selaku pendidik di sekolah dan orang tua sebagai pendidik di rumah. Selanjutnya semoga ada seminar-seminar berikutnya demi terbentuknya anak soleh soleha

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *